Dampak Masturbasi Bagi Wanita

https://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/360x240/photo/2020/06/24/1755778887.png



Yang disebut masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual.
Gerakan menahan pipis memang bisa merangsang gairah karena gerakan tersebut adalah gerakan otot-otot vagina. Di saat ambang seksual tercapai, otot-otot vagina memang melakukan gerakan "menjepit". Dilihat dari istilah masturbasi itu sendiri, saya kira, gerakan menahan pipis bukanlah tindakan merangsang vagina itu sendiri, sehingga itu bukan masturbasi.
Perlu diketahui juga bahwa gerakan menahan pipis ini biasa disebut juga sebagai senam vagina yang juga berguna untuk meningkatkan gairah seksual itu sendiri. Jadi saya kira, tidaklah menjadi masalah besar jika anda melakukannya.
Anda tidak mungkin kehilangan keperawanan, kecuali anda benar-benar melakukan hubungan seksual atau masturbasi dengan memasukkan sesuatu ke vagina anda.
Tidak ada larangan khusus untuk seseorang, bahkan untuk remaja, untuk melakukan masturbasi (keuali ISLAM, karena yang saya tau dari guru ngaji saya itu termasuk zina tangan, :D, ), karena mereka melakukannya pada diri sendiri dan untuk memuaskan diri sendiri... Tapi coba anda pikirkan baik-baik....di usia remaja seperti anda ini, apakah anda benar-benar tidak ada kegiatan menyenangkan lain yang lebih bermanfaat dari pada berpikir yang macam-macam dan masturbasi?
Yang juga menjadi pemikiran saya, adalah bahwa anda bisa memuaskan diri anda secara seksual tanpa adanya rangsangan seksual... Kami rasa itu sedikit tidak lazim. Cobalah anda alihkan energi anda ke arah yang lebih baik.



Masturbasi akan memberikan manfaat yang sama besarnya untuk wanita.
Pria sering kali saling meledek soal aktivitas seksual yang dilakukan sendiri ini. Namun jika mau jujur, sebenarnya mereka amat terbantu dengan kemampuan "swalayan" ini. Sementara itu, di kalangan wanita, masturbasi boleh dibilang amat jarang menjadi bahan perbincangan. Selain belum dapat dikatakan sebagai aktivitas yang lazim dilakukan, masturbasi seolah juga masih tabu dibicarakan di kalangan wanita. Padahal, masturbasi memberikan manfaat yang sama besarnya bagi wanita.
Tidak heran, para sex therapist pun tidak berhenti mengadakan penelitian mengenai aktivitas ini. Mereka merekomendasikan masturbasi untuk wanita yang mengalami kesulitan mencapai orgasme karena membantu mereka mengenali tubuh dan apa yang menyenangkan bagi mereka. Masturbasi pada wanita dapat memberikan manfaat, baik bagi kesehatan, maupun hubungan wanita dengan pasangannya. Apa saja manfaat tersebut?

1. Wanita dapat mencapai orgasme dengan masturbasi.

Menurut dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, MKes-MMR (F), konsultan seksologi dan spesialis rehabilitasi medik dari RS Harapan Bunda, Jakarta, seperti dikutip tabloid Nakita, normal saja jika wanita dapat mencapai orgasme dengan masturbasi. Sama halnya dengan pria yang bisa mendapatkan orgasmenya dengan masturbasi. Namun, pada wanita bisa dibedakan, ada orgasme yang terjadi akibat rangsangan klitoris, ada juga yang akibat rangsangan pada G-spot.
Namun, jika ingin mendapatkan orgasme ketika sedang berhubungan seks, lebih baik mencoba posisi yang lebih memusatkan rangsangan pada klitoris atau disebut CAT (coital alignment technique) seperti posisi doggy style. Saat melakukan hubungan seksual, wanita bisa mendapatkan orgasme dari rangsangan ke klitoris dan juga ke G-spot. Orgasme karena rangsangan ke klitoris namanya orgasme klitoral, sedangkan yang ke G-spot disebut orgasme vaginal. Kalau bisa keduanya dilakukan berbarengan akan lebih asyik lagi bagi wanita karena orgasmenya menjadi dobel (berkali lipat). Untuk ini, banyak teknik yang bisa dilakukan, yang intinya bisa mengenai kedua tempat tersebut secara bersamaan. Caranya dengan melatih keterampilan bersama.

2. Orgasme lebih cepat didapatkan saat masturbasi.
Menurut dr Ferryal, orgasme yang diperoleh saat masturbasi bisa lebih cepat daripada yang diperoleh saat berhubungan intim dengan pasangan. Sebab pada dasarnya wanita memang butuh waktu yang lebih lama dibandingkan pria untuk bisa mencapai keadaan "panas". Perlu dipahami, dengan masturbasi, rangsangan biasanya langsung tertuju ke daerah alat kelamin dan tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan terjadinya orgasme.

3. Masturbasi pada wanita dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Menurut penelitian, kebanyakan wanita pernah bermasturbasi setidaknya sekali dalam hidup mereka. Frekuensi dan usia saat melakukannya bervariasi, tidak ada patokan normal mengenai hal tersebut. Banyak wanita merasa bersalah saat melakukan masturbasi, khususnya ketika mereka sebenarnya sudah berpasangan. Namun menurut sex therapist, wanita tak perlu merasa bersalah. Sebab pasangan bisa saja sedang lelah, sedang ke luar kota, pokoknya sedang enggak "available". Jadi, jika kita memang sedang "ingin", masturbasi bisa jadi jalan keluarnya.
Masturbasi juga bisa dilakukan dengan metode apa saja. "Cara apa pun bisa dianggap normal," ungkap Paul Joannides, PsyD, seorang psychoanalyst di Waldport, Ore.
Dari survei diketahui, jari tangan dan vibrator adalah dua metode yang umum digunakan dalam masturbasi wanita. Lebih dari separuh dari 2.056 wanita, berusia 18-60 tahun, menggunakan vibrator, baik saat bermasturbasi, maupun intercourse. Demikian menurut Debby Herbenick, PhD, MPH, Associate Director dari Center for Sexual Health Promotion di Indiana University, Bloomington, yang memimpin survei tersebut. Sebanyak 30 persen dari wanita yang disurvei menyatakan pernah memakai vibrator.
Beberapa ahli sebenarnya mengkhawatirkan efek samping dari penggunaan vibrator, seperti sakit atau mati rasa pada alat kelamin. Adapun Frank Sommers, MD, seorang psikiater di Toronto, mengatakan bahwa penggunaan vibrator yang terlalu sering saat masturbasi akan mengurangi kemampuan wanita mencapai orgasme dengan pasangan. Menurutnya, penggunaan vibrator berlebihan dapat membiasakan sistem saraf otonomik pada suatu stimulasi yang tak dapat dilakukan oleh manusia.

4. Masturbasi dapat memperbaiki mood, tanpa kewajiban melakukan seks berpasangan.

"Masturbasi dapat memperbaiki mood yang turun," ungkap Kathleen Segraves, PhD, sex therapist dan guru besar tamu bidang psikiatri di Case Western Reserve University. "Dengan solo sex, perhatian tidak akan teralih, dan Anda bisa fokus pada pengalaman Anda sendiri tanpa perlu memastikan pasangan juga menikmati atau tidak," tambahnya. Hal ini tidak perlu diartikan Anda tidak memedulikan pasangan. Namun, bahwa sekali-sekali Anda juga boleh kok memikirkan diri sendiri, begitu kata para pakar.
5. Masturbasi dapat memperbaiki kehidupan seks bersama pasangan.
Wanita yang bermasturbasi secara rutin dapat mempelajari apa yang menyenangkan untuk mereka. Hal itu dikatakan Segraves. "Hal itu dapat membantu kepercayaan diri secara seksual, dan membantu membimbing pasangan jika Anda memiliki pasangan," ujarnya. Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan pada pasangan, "Taruh tanganmu di sini," tanpa merasa malu, kata Segraves.
Sedangkan Herbenick menambahkan, wanita yang menggunakan vibrator selama masturbasi cenderung memiliki fungsi seksual yang lebih baik bersama pasangan. Ia mendapati bahwa wanita yang menggunakan vibrator mendapatkan fungsi seksual yang lebih baik dalam hal pelumasan vagina, hasrat, bangkitnya gairah, dan kemudahan orgasme, dan mereka cenderung tidak mengalami sakit atau ketidaknyamanan yang didapat saat intercourse.
6. Masturbasi membantu Anda rileks.
Saat menghadapi hari yang menyebalkan, wanita sering terpengaruh, dan berpikir, "Bagaimana ya, harus memperbaikinya?" Menurut para peneliti, dibandingkan pria, wanita lebih mungkin mengingat-ingat perdebatan atau hubungan yang buruk dengan orang lain. Hal inilah yang menyebabkan stres. Jika Anda bisa mulai menyenangkan diri sendiri, Anda dapat meredakan stres yang diakibatkan oleh pikiran-pikiran semacam itu. Memang tidak selamanya dapat mengatasi, tetapi setidaknya dapat membantu. Demikian menurut Segraves.
7. Masturbasi dapat mengurangi nyeri saat haid.
Kebiasaan bermasturbasi dilaporkan dapat membantu mengurangi kram perut saat menstruasi, dan memperbaiki gejala PMS lain, seperti rasa mudah marah atau mudah tersinggung. Masturbasi yang berlanjut hingga orgasme bahkan dapat membantu mengurangi migrain. Meskipun orgasme kadang-kadang ditemukan sebagai pemicu migrain, aktivitas tersebut juga dapat menguranginya. Demikian menurut beberapa penelitian. Para ilmuwan berspekulasi bahwa beberapa faktor yang dikaitkan dengan orgasme (sendiri atau bersama pasangan) dapat menyembunyikan rasa sakit, atau proses migrain.


Dampak Positif dan Negatif dari Masturbasi

Dampak Positif dan Negatif dari Masturbasi


   
Masturbasi merupakan salah satu cara merangsang diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual. Kegiatan masturbasi dapat dilakukan pria maupun wanita. Selain memperoleh kenikmatan, tahukah Anda manfaat lain dari masturbasi?
Sebagaimana yang dilansir dalam Healthmeup, berikut ini manfaat melakukan masturbasi:
1. Membuat Anda lebih rileks
2. Membuat lega
3. Mengurangi ketegangan
4. Lebih menyenangkan mencapai klimaks
5. Membuat lebih mudah tidur
(menurut saya pribadi ini hanyalah sugesti. lebih baik jangan dilakukan :) 

Saat melakukan masturbasi sebaiknya jangan lakukan dengan kasar karena bisa melukai alat kelamin. Bagaikan dua sisi mata uang, masturbasi juga memiliki dampak negatif, seperti:

1. Masturbasi bisa menurunkan jumlah sperma . Jumlah sperma yang berkurang dapat menurunkan peluang Anda untuk mendapat momongan.
2. Bila Anda sering melakukan masturbasi maka Anda akan butuh waktu yang relatif lama untuk mencapai kepuasan. Oleh sebab itu, bila Anda merasa nyaman dengan masturbasi sebaiknya berilah jeda.
3. Tanpa disengaja terkadang masturbasi bisa melukai alat kelamin Anda. Tekanan yang kasar bisa menyebabkan alat kelamin tergores.
4. Gerakan tangan yang terlalu kuat juga bisa mengakibatkan pembengkakan pada organ genital.
5. Pada dasarnya tidak semua orang setuju dengan masturbasi sehingga stigma sosial pada masturbasi bisa menurunkan semangat Anda.

Banyaknya mitos seputar masturbasi membuat seseorang menjadi khawatir untuk melakukannya. Beberapa pakar seksual justru menyarankan untuk melakukan masturbasi bila libido memuncak sementara Anda belum terikat tali pernikahan. Hal ini bertujuan untuk menekan tindakan kekerasan seksual seperti pemerkosaan akibat gairah seks yang terlalu tinggi.
Mungkin Anda pernah mendengar mitos bahwa masturbasi bisa membuat telapak tangan berbulu atau masturbasi dapat mengakibatkan Anda jerawatan. Hal itu sebenarnya hanya mitos saja, tidak ada penjelasan ilmiah yang mengaitkan masturbasi dengan bulu di telapak tangan atau jerawat.
Sering pula disebutkan bahwa terlalu sering masturbasi atau onani bisa mengakibatkan ejakulasi dini. Tapi, banyak kalangan yang berpendapat masih kurang bukti untuk membenarkan hipotesa ini.