BAHAYA ONANI BAGI PRIA

DAMPAK ONANI BAGI PRIA

https://dl.kaskus.id/ilulcreative.files.wordpress.com/2010/12/8345onani.jpg




Onani atau dalam bahasa yang lebih populer disebut juga masturbasi merupakan suatu stimulasi seksual pada alat kelamin seseorang…. baik secara manual…. dengan alat…. pasangan.. dan lain sebagainya… dengan tujuan untuk mencapai orgasme (suatu kepuasan seksual yang ditandai dengan keluarnya sperma atau cairan lubricant )…
Saat masturbasi terdapat 4 tahap yang akan dialami penis (kita ambil contoh untuk laki-laki):
  • tahap rangsangan: dimana pada tahap ini penis akan menegang,   penis juga akan mengeluarkan cairan pelumas yang dinamakan pre-cum (glandula bulbo uretral) atau dalam istilah lain disebut air madzi. pada fase ini dapat dikatakan penis mengalami ereksi.
  • tahap plateu: terjadi penetrasi, gairah perasaan meningkat, namun tidak terjadi orgasme.
  • tahap orgasme: pada tahap ini seringkali diikuti dengan ejakulasi. namun ternyata pengertian orgasme dan ejakulasi disini berbeda—-? orgasme ternyata lebih kearah makna kepuasan secara psikis, sedangkan ejakulasi merupakan suatu kondisi dimana sperma keluar dari penis.
  • tahap resolusi: merupakan tahap paling akhir dimana kondisi fikiran dan otot-otot penis kembali normal dan ketegangan berkurang.

Onani, adakan bahaya onani bagi kaum pria ? Kegiatan ‘melayani’ diri sendiri tersebut memang membawa beberapa manfaat kesehatan seperti dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki fungsi kekebalan tubuh, meredam stres, serta meningkatkan produksi endorfin.
Akan tetapi, di balik beberapa manfaat kesehatan tersebut, Onani juga membawa dampak negatif. Berikut adalah beberapa efek negative dari aktivitas onani:

Ejakulasi Dini
Terlalu sering melakukan masturbasi dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Ejakulasi berikutnya juga dapat memakan waktu yang cukup lama. Bagi pria yang melakukan masturbasi beberapa kali sebelum melakukan intim, akan cenderung sulit mencapai klimaks.
Masalah lain yang muncul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan dari orang lain, dan justru menjadi lebih akrab dengan sentuhan dari diri sendiri. Frekuensi yang terlalu sering dalam melakukan onani adalah memicu timbulnya kulit lecet sampai pembengkakan organ intim karena tidak pernah menggunakan pelumas.

Rasa bersalah
Masturbasi juga membawa dampak negatif secara psikologis. Lantaran terbentur dengan nilai-nilai agama, moral, dan budaya, menjadikan banyak orang yang merasa malu dan bersalah setelah selesai melakukan kegiatan tersebut.
Tarik menarik antara kesenangan serta menahan diri berdampak pada nilai harga diri, tingkat kepercayaan diri, serta cinta. Perasaan bersalah ini juga memicu efek psikosomatis sakit punggung, sakit kronis, dan seperti sakit kepala.

Masturbasi kronis
Masturbasi kronis dapat mempengaruhi otak berikut kimia tubuh yang diakibatkan oleh kelebihan produksi neurotransmitter dan hormon seks. Kendati dampak yang timbul pada setiap orang berlainan, terlalu sering melakukan masturbasi tetap dapat memicu munculnya gangguan kesehatan mulai dari kelelahan, testis sakit, rambut rontok, ataupun nyeri panggul.
Masturbasi berhubungan dengan berkurangnya produksi DHT dan testosteron. Berkurangnya produksi testosteron tersebut berkait dengan gaya hidup dan kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kegiatan berolahraga.
Apabila gaya hidup cenderung normal, akan tetapi mempunyai kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual tersebut untuk mengurangi keluhan. Apabila keluhan tak kunjung reda, segera lakukan pemeriksaan medis.

Masturbasi kompulsif
Masturbasi kompulsif berpengaruh terhadap kehidupan karena telah menjadi suatu kebiasaan. Sebagian pria yang melakukan masturbasi 6 kali dalam sehari bisa saja justru merasa produktif, namun lain halnya dengan para pria lain yang justru merasa sebaliknya.
Apabila tidak mampumenyeimbangkan antara hasrat dan kebutuhan pribadi, masturbasi kompulsif dapat membawa dampak negatif pada pekerjaan, harga diri, hubungan dengan pasangan, keuangan, hingga hubungan sosial.