Dampak Negatif Bermain PS (Play Station) maupun Game Online/Offline




Efek Negatif Bermain Game


Bermain PS atau Play Station memang sungguh mengasikkan, apalagi saat Anda lagi suntuk atau BT.
Terkadang bermain berjam-jam sampai lupa waktu. Tapi di belakang itu banyak sekali dampak-dampak negatif dari itu semua. Dampak seperti apa saja, Anda bisa melihatnya di bawah ini :


• Menimbulkan efek ketagihan, yang berakibat melalaikan kehidupan nyata. Inilah masalah sebenarnya yang dihadapi oleh para gamer yang intinya adalah pengendalian diri.

• Kehidupan real menjadi berantakan, seperti nilai pelajaran, tugas kampus, dipecat, dsb.

• Membuat orang menjadi bodoh. Orang berpikir terlalu pendek karena jalan main game yang ia mainkan. Ada salah satu kasus, seseorang membunuh seorang sopir taksi karena orang itu menginginkan uang dari sopir taksi itu untuk bermain game. Game kesukaannya adalah GTA. Pasti tahu kan?

• Membuat orang terisolisir dengan lingkungan sekitar. Ini adalah efek karena terlalu seringnya bermain game sehingga lupa akan kehidupan nyatanya.

• Mengganggu kesehatan. Karena seseorang yang bermain game dalam waktu sangat lama ia hanya melakukan kegiatan pasif.

• Mengakibatkan pola makan dan tidur yang tidak teratur sehingga mudah terserang penyakit.

• Jika terlalu sering akan menimbulkan pengaruh psikologis. Menghayal dan pikiran yang selalu tertuju pada game adalah efek negative yang ditimbulkannya. Mempengaruhi pola pikir dan tingkah lakunya juga.

• Pemborosan, Jika game online telah menjadi candu. Karena jika seseorang telah kecaduan, ia dapat mengorbankan apapun demi keinginannya.

BAHAYA ONANI BAGI PRIA

DAMPAK ONANI BAGI PRIA

https://dl.kaskus.id/ilulcreative.files.wordpress.com/2010/12/8345onani.jpg




Onani atau dalam bahasa yang lebih populer disebut juga masturbasi merupakan suatu stimulasi seksual pada alat kelamin seseorang…. baik secara manual…. dengan alat…. pasangan.. dan lain sebagainya… dengan tujuan untuk mencapai orgasme (suatu kepuasan seksual yang ditandai dengan keluarnya sperma atau cairan lubricant )…
Saat masturbasi terdapat 4 tahap yang akan dialami penis (kita ambil contoh untuk laki-laki):
  • tahap rangsangan: dimana pada tahap ini penis akan menegang,   penis juga akan mengeluarkan cairan pelumas yang dinamakan pre-cum (glandula bulbo uretral) atau dalam istilah lain disebut air madzi. pada fase ini dapat dikatakan penis mengalami ereksi.
  • tahap plateu: terjadi penetrasi, gairah perasaan meningkat, namun tidak terjadi orgasme.
  • tahap orgasme: pada tahap ini seringkali diikuti dengan ejakulasi. namun ternyata pengertian orgasme dan ejakulasi disini berbeda—-? orgasme ternyata lebih kearah makna kepuasan secara psikis, sedangkan ejakulasi merupakan suatu kondisi dimana sperma keluar dari penis.
  • tahap resolusi: merupakan tahap paling akhir dimana kondisi fikiran dan otot-otot penis kembali normal dan ketegangan berkurang.

Onani, adakan bahaya onani bagi kaum pria ? Kegiatan ‘melayani’ diri sendiri tersebut memang membawa beberapa manfaat kesehatan seperti dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki fungsi kekebalan tubuh, meredam stres, serta meningkatkan produksi endorfin.
Akan tetapi, di balik beberapa manfaat kesehatan tersebut, Onani juga membawa dampak negatif. Berikut adalah beberapa efek negative dari aktivitas onani:

Ejakulasi Dini
Terlalu sering melakukan masturbasi dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Ejakulasi berikutnya juga dapat memakan waktu yang cukup lama. Bagi pria yang melakukan masturbasi beberapa kali sebelum melakukan intim, akan cenderung sulit mencapai klimaks.
Masalah lain yang muncul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan dari orang lain, dan justru menjadi lebih akrab dengan sentuhan dari diri sendiri. Frekuensi yang terlalu sering dalam melakukan onani adalah memicu timbulnya kulit lecet sampai pembengkakan organ intim karena tidak pernah menggunakan pelumas.

Rasa bersalah
Masturbasi juga membawa dampak negatif secara psikologis. Lantaran terbentur dengan nilai-nilai agama, moral, dan budaya, menjadikan banyak orang yang merasa malu dan bersalah setelah selesai melakukan kegiatan tersebut.
Tarik menarik antara kesenangan serta menahan diri berdampak pada nilai harga diri, tingkat kepercayaan diri, serta cinta. Perasaan bersalah ini juga memicu efek psikosomatis sakit punggung, sakit kronis, dan seperti sakit kepala.

Masturbasi kronis
Masturbasi kronis dapat mempengaruhi otak berikut kimia tubuh yang diakibatkan oleh kelebihan produksi neurotransmitter dan hormon seks. Kendati dampak yang timbul pada setiap orang berlainan, terlalu sering melakukan masturbasi tetap dapat memicu munculnya gangguan kesehatan mulai dari kelelahan, testis sakit, rambut rontok, ataupun nyeri panggul.
Masturbasi berhubungan dengan berkurangnya produksi DHT dan testosteron. Berkurangnya produksi testosteron tersebut berkait dengan gaya hidup dan kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kegiatan berolahraga.
Apabila gaya hidup cenderung normal, akan tetapi mempunyai kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual tersebut untuk mengurangi keluhan. Apabila keluhan tak kunjung reda, segera lakukan pemeriksaan medis.

Masturbasi kompulsif
Masturbasi kompulsif berpengaruh terhadap kehidupan karena telah menjadi suatu kebiasaan. Sebagian pria yang melakukan masturbasi 6 kali dalam sehari bisa saja justru merasa produktif, namun lain halnya dengan para pria lain yang justru merasa sebaliknya.
Apabila tidak mampumenyeimbangkan antara hasrat dan kebutuhan pribadi, masturbasi kompulsif dapat membawa dampak negatif pada pekerjaan, harga diri, hubungan dengan pasangan, keuangan, hingga hubungan sosial.

Dampak Masturbasi Bagi Wanita

https://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/360x240/photo/2020/06/24/1755778887.png



Yang disebut masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual.
Gerakan menahan pipis memang bisa merangsang gairah karena gerakan tersebut adalah gerakan otot-otot vagina. Di saat ambang seksual tercapai, otot-otot vagina memang melakukan gerakan "menjepit". Dilihat dari istilah masturbasi itu sendiri, saya kira, gerakan menahan pipis bukanlah tindakan merangsang vagina itu sendiri, sehingga itu bukan masturbasi.
Perlu diketahui juga bahwa gerakan menahan pipis ini biasa disebut juga sebagai senam vagina yang juga berguna untuk meningkatkan gairah seksual itu sendiri. Jadi saya kira, tidaklah menjadi masalah besar jika anda melakukannya.
Anda tidak mungkin kehilangan keperawanan, kecuali anda benar-benar melakukan hubungan seksual atau masturbasi dengan memasukkan sesuatu ke vagina anda.
Tidak ada larangan khusus untuk seseorang, bahkan untuk remaja, untuk melakukan masturbasi (keuali ISLAM, karena yang saya tau dari guru ngaji saya itu termasuk zina tangan, :D, ), karena mereka melakukannya pada diri sendiri dan untuk memuaskan diri sendiri... Tapi coba anda pikirkan baik-baik....di usia remaja seperti anda ini, apakah anda benar-benar tidak ada kegiatan menyenangkan lain yang lebih bermanfaat dari pada berpikir yang macam-macam dan masturbasi?
Yang juga menjadi pemikiran saya, adalah bahwa anda bisa memuaskan diri anda secara seksual tanpa adanya rangsangan seksual... Kami rasa itu sedikit tidak lazim. Cobalah anda alihkan energi anda ke arah yang lebih baik.



Masturbasi akan memberikan manfaat yang sama besarnya untuk wanita.
Pria sering kali saling meledek soal aktivitas seksual yang dilakukan sendiri ini. Namun jika mau jujur, sebenarnya mereka amat terbantu dengan kemampuan "swalayan" ini. Sementara itu, di kalangan wanita, masturbasi boleh dibilang amat jarang menjadi bahan perbincangan. Selain belum dapat dikatakan sebagai aktivitas yang lazim dilakukan, masturbasi seolah juga masih tabu dibicarakan di kalangan wanita. Padahal, masturbasi memberikan manfaat yang sama besarnya bagi wanita.
Tidak heran, para sex therapist pun tidak berhenti mengadakan penelitian mengenai aktivitas ini. Mereka merekomendasikan masturbasi untuk wanita yang mengalami kesulitan mencapai orgasme karena membantu mereka mengenali tubuh dan apa yang menyenangkan bagi mereka. Masturbasi pada wanita dapat memberikan manfaat, baik bagi kesehatan, maupun hubungan wanita dengan pasangannya. Apa saja manfaat tersebut?

1. Wanita dapat mencapai orgasme dengan masturbasi.

Menurut dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, MKes-MMR (F), konsultan seksologi dan spesialis rehabilitasi medik dari RS Harapan Bunda, Jakarta, seperti dikutip tabloid Nakita, normal saja jika wanita dapat mencapai orgasme dengan masturbasi. Sama halnya dengan pria yang bisa mendapatkan orgasmenya dengan masturbasi. Namun, pada wanita bisa dibedakan, ada orgasme yang terjadi akibat rangsangan klitoris, ada juga yang akibat rangsangan pada G-spot.
Namun, jika ingin mendapatkan orgasme ketika sedang berhubungan seks, lebih baik mencoba posisi yang lebih memusatkan rangsangan pada klitoris atau disebut CAT (coital alignment technique) seperti posisi doggy style. Saat melakukan hubungan seksual, wanita bisa mendapatkan orgasme dari rangsangan ke klitoris dan juga ke G-spot. Orgasme karena rangsangan ke klitoris namanya orgasme klitoral, sedangkan yang ke G-spot disebut orgasme vaginal. Kalau bisa keduanya dilakukan berbarengan akan lebih asyik lagi bagi wanita karena orgasmenya menjadi dobel (berkali lipat). Untuk ini, banyak teknik yang bisa dilakukan, yang intinya bisa mengenai kedua tempat tersebut secara bersamaan. Caranya dengan melatih keterampilan bersama.

2. Orgasme lebih cepat didapatkan saat masturbasi.
Menurut dr Ferryal, orgasme yang diperoleh saat masturbasi bisa lebih cepat daripada yang diperoleh saat berhubungan intim dengan pasangan. Sebab pada dasarnya wanita memang butuh waktu yang lebih lama dibandingkan pria untuk bisa mencapai keadaan "panas". Perlu dipahami, dengan masturbasi, rangsangan biasanya langsung tertuju ke daerah alat kelamin dan tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan terjadinya orgasme.

3. Masturbasi pada wanita dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Menurut penelitian, kebanyakan wanita pernah bermasturbasi setidaknya sekali dalam hidup mereka. Frekuensi dan usia saat melakukannya bervariasi, tidak ada patokan normal mengenai hal tersebut. Banyak wanita merasa bersalah saat melakukan masturbasi, khususnya ketika mereka sebenarnya sudah berpasangan. Namun menurut sex therapist, wanita tak perlu merasa bersalah. Sebab pasangan bisa saja sedang lelah, sedang ke luar kota, pokoknya sedang enggak "available". Jadi, jika kita memang sedang "ingin", masturbasi bisa jadi jalan keluarnya.
Masturbasi juga bisa dilakukan dengan metode apa saja. "Cara apa pun bisa dianggap normal," ungkap Paul Joannides, PsyD, seorang psychoanalyst di Waldport, Ore.
Dari survei diketahui, jari tangan dan vibrator adalah dua metode yang umum digunakan dalam masturbasi wanita. Lebih dari separuh dari 2.056 wanita, berusia 18-60 tahun, menggunakan vibrator, baik saat bermasturbasi, maupun intercourse. Demikian menurut Debby Herbenick, PhD, MPH, Associate Director dari Center for Sexual Health Promotion di Indiana University, Bloomington, yang memimpin survei tersebut. Sebanyak 30 persen dari wanita yang disurvei menyatakan pernah memakai vibrator.
Beberapa ahli sebenarnya mengkhawatirkan efek samping dari penggunaan vibrator, seperti sakit atau mati rasa pada alat kelamin. Adapun Frank Sommers, MD, seorang psikiater di Toronto, mengatakan bahwa penggunaan vibrator yang terlalu sering saat masturbasi akan mengurangi kemampuan wanita mencapai orgasme dengan pasangan. Menurutnya, penggunaan vibrator berlebihan dapat membiasakan sistem saraf otonomik pada suatu stimulasi yang tak dapat dilakukan oleh manusia.

4. Masturbasi dapat memperbaiki mood, tanpa kewajiban melakukan seks berpasangan.

"Masturbasi dapat memperbaiki mood yang turun," ungkap Kathleen Segraves, PhD, sex therapist dan guru besar tamu bidang psikiatri di Case Western Reserve University. "Dengan solo sex, perhatian tidak akan teralih, dan Anda bisa fokus pada pengalaman Anda sendiri tanpa perlu memastikan pasangan juga menikmati atau tidak," tambahnya. Hal ini tidak perlu diartikan Anda tidak memedulikan pasangan. Namun, bahwa sekali-sekali Anda juga boleh kok memikirkan diri sendiri, begitu kata para pakar.
5. Masturbasi dapat memperbaiki kehidupan seks bersama pasangan.
Wanita yang bermasturbasi secara rutin dapat mempelajari apa yang menyenangkan untuk mereka. Hal itu dikatakan Segraves. "Hal itu dapat membantu kepercayaan diri secara seksual, dan membantu membimbing pasangan jika Anda memiliki pasangan," ujarnya. Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan pada pasangan, "Taruh tanganmu di sini," tanpa merasa malu, kata Segraves.
Sedangkan Herbenick menambahkan, wanita yang menggunakan vibrator selama masturbasi cenderung memiliki fungsi seksual yang lebih baik bersama pasangan. Ia mendapati bahwa wanita yang menggunakan vibrator mendapatkan fungsi seksual yang lebih baik dalam hal pelumasan vagina, hasrat, bangkitnya gairah, dan kemudahan orgasme, dan mereka cenderung tidak mengalami sakit atau ketidaknyamanan yang didapat saat intercourse.
6. Masturbasi membantu Anda rileks.
Saat menghadapi hari yang menyebalkan, wanita sering terpengaruh, dan berpikir, "Bagaimana ya, harus memperbaikinya?" Menurut para peneliti, dibandingkan pria, wanita lebih mungkin mengingat-ingat perdebatan atau hubungan yang buruk dengan orang lain. Hal inilah yang menyebabkan stres. Jika Anda bisa mulai menyenangkan diri sendiri, Anda dapat meredakan stres yang diakibatkan oleh pikiran-pikiran semacam itu. Memang tidak selamanya dapat mengatasi, tetapi setidaknya dapat membantu. Demikian menurut Segraves.
7. Masturbasi dapat mengurangi nyeri saat haid.
Kebiasaan bermasturbasi dilaporkan dapat membantu mengurangi kram perut saat menstruasi, dan memperbaiki gejala PMS lain, seperti rasa mudah marah atau mudah tersinggung. Masturbasi yang berlanjut hingga orgasme bahkan dapat membantu mengurangi migrain. Meskipun orgasme kadang-kadang ditemukan sebagai pemicu migrain, aktivitas tersebut juga dapat menguranginya. Demikian menurut beberapa penelitian. Para ilmuwan berspekulasi bahwa beberapa faktor yang dikaitkan dengan orgasme (sendiri atau bersama pasangan) dapat menyembunyikan rasa sakit, atau proses migrain.


Dampak Positif dan Negatif dari Masturbasi

Dampak Positif dan Negatif dari Masturbasi


   
Masturbasi merupakan salah satu cara merangsang diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual. Kegiatan masturbasi dapat dilakukan pria maupun wanita. Selain memperoleh kenikmatan, tahukah Anda manfaat lain dari masturbasi?
Sebagaimana yang dilansir dalam Healthmeup, berikut ini manfaat melakukan masturbasi:
1. Membuat Anda lebih rileks
2. Membuat lega
3. Mengurangi ketegangan
4. Lebih menyenangkan mencapai klimaks
5. Membuat lebih mudah tidur
(menurut saya pribadi ini hanyalah sugesti. lebih baik jangan dilakukan :) 

Saat melakukan masturbasi sebaiknya jangan lakukan dengan kasar karena bisa melukai alat kelamin. Bagaikan dua sisi mata uang, masturbasi juga memiliki dampak negatif, seperti:

1. Masturbasi bisa menurunkan jumlah sperma . Jumlah sperma yang berkurang dapat menurunkan peluang Anda untuk mendapat momongan.
2. Bila Anda sering melakukan masturbasi maka Anda akan butuh waktu yang relatif lama untuk mencapai kepuasan. Oleh sebab itu, bila Anda merasa nyaman dengan masturbasi sebaiknya berilah jeda.
3. Tanpa disengaja terkadang masturbasi bisa melukai alat kelamin Anda. Tekanan yang kasar bisa menyebabkan alat kelamin tergores.
4. Gerakan tangan yang terlalu kuat juga bisa mengakibatkan pembengkakan pada organ genital.
5. Pada dasarnya tidak semua orang setuju dengan masturbasi sehingga stigma sosial pada masturbasi bisa menurunkan semangat Anda.

Banyaknya mitos seputar masturbasi membuat seseorang menjadi khawatir untuk melakukannya. Beberapa pakar seksual justru menyarankan untuk melakukan masturbasi bila libido memuncak sementara Anda belum terikat tali pernikahan. Hal ini bertujuan untuk menekan tindakan kekerasan seksual seperti pemerkosaan akibat gairah seks yang terlalu tinggi.
Mungkin Anda pernah mendengar mitos bahwa masturbasi bisa membuat telapak tangan berbulu atau masturbasi dapat mengakibatkan Anda jerawatan. Hal itu sebenarnya hanya mitos saja, tidak ada penjelasan ilmiah yang mengaitkan masturbasi dengan bulu di telapak tangan atau jerawat.
Sering pula disebutkan bahwa terlalu sering masturbasi atau onani bisa mengakibatkan ejakulasi dini. Tapi, banyak kalangan yang berpendapat masih kurang bukti untuk membenarkan hipotesa ini.

Mengenal Dampak Positif dan Negatif Menonton Televisi

Dampak positif dan negatif menonton televisi
Kali ini saya akan membahas dampak positif dan negatifnya menonton televisi.Buat masyarakat televisi itu adalah sebuah media untuk mendapatkan informasi dari berbagai berita dari berita dalam negeri sampai luar negeri yang tersirat dalam televisi,televise sekarang menyediakan berbagai program yang menarik bagi masyarakat sehingga masyarakat akan tertarik untuk menontonnya,ya memang televisi juga sebagai hiburan masyarakat apalagi kalau dalam acaranya tersebut terdapat acara komedi masyarakat akan terhibur dengan acara tersebut.Kalau bagi anak muda mungkin acara yang di tonton sinetron,hiburan musik.
Tetapi zaman sekarang banyak tayangan televisi yang pro dan kontra atau semacam positif dan negatifnya,memang pada saat menonton televisi pasti kita akan selalu menonton bersama keluarga.Televisi juga menyediakan batasan untuk menonton seperti BO(Bimbingan Orang Tua),D( Dewasa),R( Remaja),SU( Semua Umur) dari sini saja kita sudah dapat menjelaskan ke keluarga kita tentang positif dan negatifnya menonton televisi,ya memang seharusnya kalau yang menonton anak-anak kecil atau dibawah umur jangan di kasih tontonan yang tidak pantas untuk dia menonton apalagi yang ada kekerasannya itu bisa membuat dia menirunya,memang peran keluarga sangatlah penting untuk membimbing keluarganya sendiri kalau tidak ada peran dari keluarga yang terjadi akan sangat mudah di contoh yang ada adegan tidak pantas untuk kita tonton.
Apalagi acara zaman sekarang bisa membuat masyarakat ketagihan untuk menontonnya,mungkin acara yang hits saat ini adalah YKS yang sedang naik daun dengan goyangannya yaitu goyangan cesar masyarakat terhibur dengan goyangannya karena goyangannya menggelitik perut masyarakat dan bisa meghilangkan stress haha,sedangkan acara hiburan musiknya seperti inbox,dahsyat dll.
Sekarang kita akan membahas tentang positif dan negatifnya menonton televisi :
Please attention !!!!!!!!!!
Positif :
1.Kita akan mendapatkan semua berita dari dalam negeri sampai luar negeri.
2. Televisi selalu menyajikan berita up to date, yg tentunya membuat masyarakat tidak akan ketinggalan informasi dan memberikan wawasan yang cukup luas pada masyarakat secara cepat.
3.Masyarakat akan menyegarkan otaknya dengan program yang ditonton seperti acara komedi apalagi acara tentang galeri sepak bola Indonesia,one stop football yang digemari oleh para laki-laki.
4.Beberapa penelitian mengatakan, bahwa seorang anak yg sering menonton televisi memiliki wawasan yg lebih luas di banding anak-anak yg tidak menonton tv. Teori itu sangat lah masuk akal, karena banyak sekali stasiun televisi menggarap tema edukatif seperti menyiarkan film documenter sejarah, flora fauna, sain dan lain sebagainya.
5.Acara yang kreatif  bisa mengajak anak-anak untuk ikut kreatif.
Negatif:
1.Meniru adegan yang tidak pantas untuk ditiru.
2.Kekerasan.
3.Celaan yang tidak pantas untuk di lontarkan di depan televisi.
4.Adegan yang mengandung unsur pornografi.
5.Terlalu banyak menonton televisi menyababkan daya pikiran turun lalu konsentrasi hilang.

efek HP

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXBbeN25EXP0MDTpgfmvunq6kfXq-iv0dgnNaiDet04uUFx_9VkYc-VSQCoWBeQMMSuZq40YOxwBM0dnt9-V7m_OAyzkBQ9JEubsX47Z84HD7wcIwNvTrJYyth_z7hfgDstRBhlLbZN08/s1600/images+(7).jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSwdosjhsJgBlalZqSzPBnWdXntv3q5wp5WFlNyejW-Wx_28G83dQcP9XEkaYOq5ow4fas2opqs25Wwl41xzB33WaeWazFDMTY-2bxUINATBxX2VvXn-a8uvTIPNl-g1Cou6Kt46UEJb8/s1600/images+(8).jpg

 di zaman sekarang ini, siapa yang tidak kenal handphone(hp). mulai dari anak sd sampai kakek nenek, anak-anak zaman sekarang menjadikan hp sebagai identitas gaya hidup, yang dimana menunjukkan eksistensinya di perkembangan dunia teknologi dan informasi, juga sebagai penambah percaya diri, bahkan saya banyak menjumpai anak-anak yang hanya  mau memakai hp yg sudah terprogram android, atau blackberry, tanpa mereka mengambil sisi positif dari kecanggihan alat telekomunikasi tersebut, yang mereka mau hanyalah mengikuti trend anak-anak zaman sekarang, yaitu aplikasi BBM,

tetapi tidak semua begitu, Dijaman yang penuh informasi ini hp memang kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat.Bahkan beberapa orang menganggap hp sebagai kebutuhan pokok.Selain karena manfaatnya dalam penyebaran informasi dan sarana komunikasi hp juga memiliki fitur fitur hiburan bagi pemakainya seperti game,social networking dan lain sebagainya.Tapi tahukah anda bahwa terlalu sering memegang hp ternyata memiliki efek yang kurang baik.Efek efek tersebut berkaitan dengan radiasi yang dipancarkan oleh hp.efek efek buruk tersebut diantaranya adalah:


  • Meningkatkan resiko kanker otak sampai 400% bagi remaja.Makin muda usia pemakai hp makin tinggi resiko kanker yang bisa dideritanya.
  • Penggunaan earphone pada hp pun dapat mengganggu pendengaran bahkan bisa menyebabkan tuli jika terlalu sering menggunakan earphone.
  • Penggunaan hp yang berlebihan bisa menurunkan kesuburan pria.Suatu penelitian menunjukan bahwa penggunaan hp yeng berlebihan dapat menurunkan jumlah sperma sampai 30%
  • Dalam sebuah penelitian telur yang diletakan ditengah 2 hp dan yang melkukan panggilan selama 65 menit telur tersebut dapat matang dan siap untuk dimakan.Begitu juga otak kita bila terlalu lama menggunakan hp maka otak kita bisa matang karena terkena radiasinya.
  • Penggunaan hp terlalu lama dapat memicu produksi hormon stres kortisol.
  • Penggunaan hp terlalu lama juga dapat menurunkan kekebalan tubuh yang dapat mngskibstksn timbulnya reaksi alergi seperti gatal gatal.
  • Penggunaan ponsel terlalu lama juga dapat mengakibatkan kepikunan.

Terlalu Sering Nonton Film Porno Sebabkan Disfungsi Ereksi


Para remaja pria yang memiliki kebiasaan menonton film porno berpotensi mengalami gangguan seksual di kemudian hari. Demikian peringatan yang diungkapkan oleh para ahli yang menyebut menonton film porno sebabkan disfungsi ereksi jika dilakukan secara berlebihan.
film porno sebabkan disfungsi ereksi
film porno sebabkan disfungsi ereksi
Lim Huat Chye, seorang dokter urolog dari Rumah sakit Gleneagles mengatakan film porno sebabkan disfungsi ereksi secara tidak langsung.
Pria yang menonton terlalu banyak konten porno di internet akan kesulitan mendapatkan kepuasan saat berhubungan intim. Mereka akan kehilangan gairah seks yang menjadi pemicu disfungsi ereksi.
Disfungsi ereksi adalah gangguan seks dimana penis tidak bisa ereksi dengan keras saat melakukan aktifitas seks. Pria yang mengalami disfungsi ereksi umumnya akan menderita secara psikis seperti mengalami kecemasan, depresi, rendah diri dan penurunan kualitas hidup.
Secara umum, pria-pria ini menjadi lebih tertutup dan menjaga perasaan mereka kepada diri mereka sendiri tanpa mengungkapkan bagaimana perasaan mereka yang sebenarnya. Salah satu faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi menurut Lim Huat Chye adalah terlalu sering menonton film porno.
Dr Lim menyebut menemukan empat sampai lima penderita disfungsi ereksi akibat pornografi datang ke kliniknya setiap tahun. “Selain kehilangan gairah seksual, para pria ini juga memiliki kemungkinan menjadi pecandu pornografi,” terang Dr Lim. Hal seperti ini berbahaya karena pecandu pornografi biasanya cepat lelah, menderita insomnia dan sulit konsentrasi di tempat kerja.
Sebuah studi sejenis yang menyebut film porno sebabkan disfungsi ereksi pernah dilakukan di Universitas Padua dan menemukan bahwa 70 persen pria berusia muda yang datang ke klinik-klinik karena masalah seksual ternyata memiliki kebiasaan menonton film porno yang terlalu sering. Penelitian tersebut dipimpin oleh Profesor Urologi Carlo Foresta.
Prof Carlo mengatakan kebiasaan menonton film porno menciptakan ironi yang paradoks di kalangan remaja pria. Mereka tidak lagi bisa menikmati hubungan intim dengan para gadis-gadis cantik sekalipun. Mereka hanya bisa terpuaskan jika menonton film porno dan kehilangan gairah ketika akan berhubungan seks yang sebenarnya.
Menurut para ahli, hal tersebut dipicu oleh penyimpangan dalam produksi hormon dopamin di otak. Hormon ini dikeluarkan tubuh ketika mengalami orgasme dan memberi efek rasa puas dan menyenangkan. Saat menonton film porno, tubuh memproduksi dopamin dan menimbulkan efek kecanduan untuk selalu mengulanginya lagi, efeknya sama dengan orang yang kecanduan obat-obatan.
Stimulasi fisik vs mental
Pada dasarnya stimulasi seksual terbagi dua yaitu stimulasi fisik dan stimulasi mental. Stimulasi fisik adalah rangsangan seks yang timbul akibat sentuhan, rabaan, atau ciuman. Sedangkan stimulasi mental adalah rangsangan akibat proses kimiawi di dalam otak, contohnya berpikir erotis atau menonton film porno.
Ketika ada rangsangan, tidak peduli apakah itu berasal dari sentuhan fisik atau rangsangan mental, otak akan memerintahkan tubuh bersiap untuk melakukan aktifitas reproduksi (seks) sehingga penis mengalami ereksi. Hal ini karena otak tidak bisa membedakan proses fisik atau mental, proses fisik dan mental akan dianggap sama oleh otak.
Terlalu sering melakukan stimulasi mental untuk mencapai ereksi akan membiasakan otak mengenali proses tersebut. Sehingga ereksi dan orgasme selalu bisa terjadi saat menonton film porno tapi selalu gagal ketika bercinta dengan wanita.
Kabar baiknya adalah, jika para remaja pria itu mulai belajar mengurangi aktifitas mereka menonton film porno dan menggantinya dengan aktifitas fisik yang menyehatkan maka kinerja seksual mereka akan kembali normal secara bertahap.
Jadi jika saat ini anda termasuk orang yang kecanduan menonton film porno ada baiknya anda mulai mengurangi kebiasaan tersebut agar terhindari dari disfungsi ereksi.

5 Efek Negatif Terlalu Sering Menonton Film Porno



Menonton film porno diyakini bisa membantu menambah kualitas kehidupan seksual pasangan suami istri, dengan cara meningkatkan gairah bercinta. Namun aktivitas ini ternyata juga menimbulkan dampak yang kurang baik.
Penelitian terbaru yang dilakukan Max Planck Institute for Human Development, Jerman menunjukkan bahwa pria yang sering menyaksikan adegan seksual ternyata memiliki korteks (struktur pada otak) yang lebih kecil. Padahal bagian berwarna abu-abu pada otak itu turut menentukan tingkat kecerdasan. Seiring makin seringnya pria menonton film porno, kecerdasan mereka pun bisa menurun.
Selain itu masih ada sejumlah efek negatif lain yang ditimbulkan akibat terlalu sering menonton konten berbau pornografi. Ini dia di antaranya:
1. Menyebabkan Impoten

Berdasarkan studi yang juga dilakukan di Jerman, pria yang menonton film porno secara terus menerus cenderung lebih sulit ereksi. Seperti dikutip dari Men'shealth, video porno memang menginspirasi dan memotivasi pria untuk melakukan hubungan seks. Namun jika terlalu sering menonton video porno sendirian, masturbasi yang dilakukan pun akan menjadi lebih sering. Hal inilah yang menyebabkan pria mengalami disfungsi ereksi.

2. Bermasalah dengan Kehidupan Sosial

Penelitian yang diadakan di University of Sydney menunjukkan bahwa prang yang menonton film porno secara berlebihan memiliki masalah sosial dan hubungan asmara yang akut. Performa mereka juga tidak bagus dan seringkali terlibat masalah hukum karena melakukan hal-hal yang melanggar peraturan, akibat kecanduan konten pornografi.

3. Membuat Depresi

Psychology Today menemukan bahwa seseorang yang nonton film porno sedikitnya dua kali seminggu cenderung lebih mudah depresi. Skala depresinya cukup tinggi, hingga berada di angka 18, yang berarti dia mengalami depresi yang cukup akut.

4. Memengaruhi Pemikiran Anak di Bawah Umur

Film porno bisa mempengaruhi pemikiran anak di bawah umur. Mereka yang pengetahuannya kurang bisa saja terjerumus ke dalam 'pergaulan bebas', terutama yang memiliki lingkungan tidak memadai. Menurut pria yang memulai karier sejak 2003 itu, saat film porno disaksikan oleh anak-anak, mereka bisa ikut terangsang sehingga mengakibatkan pelecehan seksual.

5. Seks Menyimpang

Selain mengungkapkan hal-hal yang tidak benar, film porno juga bisa mempengaruhi penontonnya melakukan seks menyimpang. Misalnya saja, melakukan hubungan intim yang mengandung unsur kekerasan. "Penyimpangan pertama dilakukan tanpa keinginan kedua belah pihak, jadi yang satu memaksa, itu nggak sehat, saya melihatnya dari aspek kedokteran. Kedua itu dilakukan dengan cara-cara yang menyakiti seperti si pria nggak bisa terangsang kalau nggak menyakiti wanitanya. Wanitanya terpaksa menerima," kata dokter yang mendalami masalah seksologi, Andri Wanananda, MS. (ef/ks)

10 Dampak Negatif Sex Berlebihan





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoLz_WQdXY_X88C3reIU_JEHWomlVhUZ6XpxjspsL1mtus5aVD1-GBc8eySOqkaMh0MD9CzaehudAUdJ21BU4QBjawaaykV9QeTuDwvUFxFxUiSwejF2ynw_imZpVMKDsCZfb2mDnDiIzL/s1600/safe-sex.jpg
 
Berubungan sex memang sangat bermanfaat bagi kesehatan, selain untuk mempererat hubungan suami istri. Namun sex terlalu berlebihan juga bisa menimbulkan dampak negatif.
Berikut 10 dampak negatif sex berlebihan:
1. Lecet dan Memar

Saat gairah bercinta sedang tinggi-tingginya, benturan benda keras pada kepala atau bagian tubuh lainnya bisa saja terjadi, sehingga menimbulkan memar atau luka lecet. Karena pelepasan hormon oksitosin saat penetrasi seks, mungkin Anda dan pasangan tidak akan merasakan apapun. Tapi rasa sakit karena benturan tersebut baru akan terasa esok harinya setelah hubungan seks. Lutut, siku dan punggung biasanya merupakan beberapa bagian tubuh yang sering terbentur dan terluka saat hubungan seks.

2. Sakit Otot dan Persendian

Bercinta, merupakan salah satu bentuk lain dari aktivitas kardiovaskular. Sama seperti aktivitas kardiovaskular lainnya (aerobik, spinner, treadmill), hubungan seks bisa menyebabkan penumpukan lactic atau asam susu pada otot. Kondisi ini mengakibatkan persendian menopang beban yang tidak biasa, sehingga pada posisi seks tertentu akan menimbulkan rasa sakit yang mengganggu. Efeknya akan lebih terasa jika seks maraton dilakukan dengan gaya misionaris. Pria yang posisinya berada di atas, harus menahan berat tubuhnya dengan tangan sehingga rasa sakit akan terasa pada pergelangan tangan. Sementara pada wanita, akan mengalami kejang otot atau ketegangan pada bagian paha karena terlalu lama melebarkan kaki.

3. Lecet pada Organ Genital

Penetrasi seks yang terlalu lama saat seks maraton, akan menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan rasa sakit pada organ genital, dan biasanya banyak dialami wanita. Gesekan penis pada dinding vagina yang terlalu lama, akan membuat cairan lubrikasi berkurang dan bisa menyebabkan robekan kecil pada jaringan kulit di vagina. Selain sakit, biasanya juga menimbulkan rasa seperti terbakar. Jika Anda dan pasangan ingin melakukan seks maraton, sebaiknya gunakan lebih banyak cairan lubrikan atau agar lebih amannya hentikan penetrasi sementara jika sudah terasa sakit.

4. Dehidrasi

Penetrasi seks meningkatkan detak jantung dan suhu tubuh, sehingga tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhunya. Jika selama seks maraton Anda maupun pasangan tidak memiliki cairan tubuh yang cukup, bisa terjadi dehidrasi. Maka itu, minumlah banyak cairan mengandung garam (minuman isotonik) sebelum bercinta untuk mencegah dehidrasi. Jika saat bercinta Anda merasakan sakit kepala, berhenti sejenak dan minumlah dua gelas air putih.


5. Infeksi Saluran Kencing

Setelah beberapa jam sesi seks maraton, beberapa wanita mungkin mengalami infeksi saluran kencing akibat infeksi bakteri pada uretra mereka. Jika Anda ingin menghindari infeksi ini, sangat direkomendasikan untuk minum banyak air sebelum dan setelah bercinta.

6. Sakit Punggung

Sakit pada tulang belakang, mungkin bisa terjadi akibat gerakan-gerakan aneh atau posisi tubuh yang kurang baik saat bercinta, terutama selama seks maraton. Anda bisa menghindarinya dengan mencoba posisi seks yang tidak memerlukan 'kemampuan akrobatik' dan gerakan yang agresif. Pijatan sensual atau mandi air hangat bisa membantu meringankan sakit punggung akibat bercinta.

7. Kerusakan Urat Syaraf

Stimulasi yang terlalu kasar, lama dan langsung ke titik sasaran bisa menimbulkan efek berbahaya dan menyakitkan. Dengarkan sinyal-sinyal tubuh Anda, jika ada yang terasa sakit segera beritahu pasangan untuk berhenti. Katakan juga pada pasangan, bagian-bagian tubuh mana saja yang paling lembut dan rentan terluka oleh stimulasi.

8. Penglihatan Terganggu

Saat penetrasi seks, tekanan darah akan meningkat. Saat penetrasi seks berlangsung cukup lama, bisa menyebabkan pembuluh darah pada mata pecah yang berefek pada terganggunya penglihatan. Untungnya, kondisi tersebut biasanya hanya berlangsung sebentar.

9. Serangan Jantung

Meskipun jarang terjadi, serangan jantung karena terlalu lama bercinta bisa saja terjadi. Risiko terjadinya bisa lebih tinggi pada pasangan berusia lanjut.

10. Penis Bisa Patah

Meskipun penis tidak bertulang, tetap saja bisa patah. Kasus penis patah ini biasa disebut fraktur penis. Masalah ini bisa terjadi saat pasangan melakukan hubungan seks yang kasar atau masturbasi terlalu bersemangat.

Dikutip dari Askmen, fraktur penis terjadi karena ada tekanan traumatik pada lapisan silinder dari penis. Saat hal itu terjadi, akan terdengar suara sentakan atau retakan dan kemudian penis berubah menjadi hitam dan biru, disertai rasa sakit, bengkak dan memar, mirip fraktur yang terjadi pada tulang. Kadang-kadang, darah bisa keluar di saluran kencing dan bila ini terjadi maka fraktur penis tergolong parah dan mungkin memerlukan pembedahan.

Narkoba, Miras dan Remaja


Penyebaran narkoba dan miras saat ini sudah sangat mewabah dalam masyarakat. Penyebarannya tidak lagi mengenal status sosial ekonomi serta usia.
Para remaja hendaknya mewaspadai masalah ini dan saling membantu jika ada salah seorang temannya yang kecanduan, karena hanya dengan dukungan dari orang sekeliling maka dia akan dapat disembuhkan. Di samping itu remaja pun secara sadar maupun tidak dapat terjebak dalam permasalahan narkoba dan miras karena kecanggihan para bandar. Karena itu bersatulah dan lawanlah secara bersama penyebaran narkoba dan miras, tentu saja dengan cara-cara yang baik.

Hal yang harus diketahui tentang narkoba/miras

Narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) adalah jenis obat yang mempunyai efek tertentu sehingga berbahaya jika dikonsumsi secara sembarangan, karena itu penggunaannya harus dikontrol oleh dokter.

Efek-efek tersebut antara lain: menyebabkan lumpuh atau matirasa (narkotika); mengurangi rasa sakit, mengendorkan syaraf, menenangkan dan membuat tidur (depresan); merangsang syaraf pusat agar energi atau aktivitas meningkat (stimulansia); dan merubah pikiran atau perasaan agar terasakan hal yang luar biasa (halusinogen). Ketagihan Narkoba akan menyebabkan penurunan kekebalan, keracunan darah dan dapat pula menyebabkan kematian.

Sedangkan Miras (minuman keras) adalah minuman yang mengandung alkohol dan dapat menimbulkan ketagihan, bisa berbahaya bagi pemakainya karena dapat mempengaruhi pikiran, suasana hati dan perilaku, serta menyebabkan kerusakan fungsi-fungsi organ tubuh. Efek yang ditimbulkan adalah memberikan rangsangan, menenangkan, menghilangkan rasa sakit, membius, serta membuat gembira.

Mengenali narkoba/miras secara sederhana

Selain obat-obatan tertentu dari dokter, berbagai bahan di sekitar kita bisa memberikan efek seperti di atas, di antaranya bunga dan daun ganja (bahan bumbu masakan), jenis kaktus tertentu, dan jamur tahi sapi.

Sedangkan minuman beralkohol, selain yang banyak di jual sebagai bir, wisky, vodka dengan berbagai merk, juga sering dibuat sendiri seperti tuak atau arak (dari pohon aren/nira), ciu atau brem (sari ketan, tebu), dan anggur beras.

Banyak pula “jamu” atau “obat kuat” yang dijual disajikan dengan anggur, yang bila diminum berlebihan atau terlalu sering malah akan menjadikan ketagihan dan berakibat buruk. Tidak jarang orang mengalami kematian karena secara ceroboh mencampur adukan minuman keras dengan obat-obat keras sehingga memberikan akibat yang fatal.

Tanda-tanda sederhana yang dapat dikenali jika kecanduan narkoba/miras

Bila kita menemukan ada teman kita dengan beberapa ciri di bawah ini, mungkin dia sedang kecanduan narkoba/miras:
  1. Perubahan perangai atau perilaku seperti: yang biasanya periang tiba-tiba menjadi pemurung, mudah tersinggung dan cepat marah tanpa alasan yang jelas.
  2. Sering menguap dan mengantuk, malas, melamun dan tidak mempedulikan kebersihan atau penampilan diri.
  3. Menjadi tidak disiplin, atau sering kabur, baik di rumah maupun di sekolah.
  4. Nilai rapor atau prestasi lainnya menurun.
  5. Bersembunyi di tempat-tempat gelap atau sepi agar tidak terlihat orang.
  6. Lebih memilih bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang mempunyai ciri-ciri seperti tanda-tanda di atas.
  7. Mencuri apa saja milik orang tua atau saudara untuk membeli minuman atau obat-obatan terlarang.
  8. Sering cemas, mudah stress atau gelisah, sukar tidur.
  9. Pelupa, seperti orang bego atau pikun.
  10. Mata merah seperti mengantuk terus atau memakai kacamata hitam.

Seberapa parahkah penyebaran narkoba dan miras

Narkoba dan miras khususnya narkoba sudah sangat membahayakah kehidupan. Data statistik memperlihatkan jumlah pemakai narkoba dan miras cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Korban dari narkoba tidak lagi mengenal batasan umur dan status sosial ekonomi. Tua, muda bahkan anak yang baru menginjak remaja sudah banyak yang terjerat atau menjadi pemakai narkoba. Kebanyakan pecandu terdiri dari kaum remaja, baik mereka di kota maupun di desa, yang berasal dari keluarga kaya maupun miskin, berpendidikan tinggi maupun biasa-biasa saja.

Akibat penyalahgunaan Narkoba/Miras

Apabila kita atau teman kita menggunakan secara terus menerus selama satu bulan atau lebih maka akan menjurus pada gejala :
  • malas makan, sehingga fisik lemah dan kekurangan gizi.
  • hidup jorok, sehingga terkena eksim, penyakit kelamin, lebih lanjut paru-paru, hepatitis.
  • sering sakit kepala, mual-mual, muntah, murus-murus, sulit tidur.
  • gangguan otot jantung dan tekanan darah tinggi.
  • gangguan gerak dan keseimbangan tubuh.
  • lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah.
  • hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga.
  • gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan.
  • cenderung menyakiti diri, bahkan bunuh diri.
  • kematian karena kerusakan organ tubuh.

Akibat Narkoba/Miras bagi Kesehatan Reproduksi

Menggunakan Narkoba dan Miras dapat berakibat buruk bagi kelangsungan hidup kita dan keturunan kita, diantaranya :
  • pola hidup yang jorok dan melupakan norma susila, sering mengakibatkan tertular penyakit kelamin (PMS, HIV/AIDS) yang menularkan kepada pasangan, dan dapat pula secara langsung menular pada bayi yang dikandung atau bayi lahir cacat.
  • kecanduan obat terlarang pada orang tua dapat mengakibatkan bayi lahir dengan ketergantungan obat sehingga harus mengalami perawatan intensif yang mahal.
  • kebiasaan menggunakan Narkoba/Miras dapat menurun pada sifat-sifat anak yang dilahirkan, yaitu menjadi peminum atau pecandu, atau mengalami gangguan mental/cacat.
  • wanita “pemakai” mempunyai sikap hidup yang malas dan kekurangan gizi sehingga mengakibatkan bayi dalam kandungan gugur, berat rendah atau cacat.
  • dapat mengakibatkan impotensi atau keinginan seksual yang berlebihan maupun perilaku seksual yang menyimpang sehingga mengganggu keharmonisan keluarga.

Remaja dan masalah narkoba/miras

Beberapa remaja dapat terjerumus ke dalam masalah narkoba dan miras karena pengaruh dari lingkungan pergaulan. Mereka yang memakai selalu mempunyai “kelompok pemakai”. Awalnya seseorang hanya mencoba-coba karena keluarga atau teman-teman menggunakannya, namun ada yang kemudian menjadi kebiasaan.

Pada remaja yang “kecewa” dengan kondisi diri atau keluarganya, sering menjadi lebih suka untuk mengorbankan apa saja demi hubungan baik dengan teman-teman khususnya. Adanya “ajakan” atau “tawaran” dari teman serta banyaknya film dan sarana hiburan yang memberikan contoh “model pergaulan modern” biasanya mendorong mereka kepada pemakaian secara berkelompok.

Apabila seseorang telah menjadi terbiasa memakainya dan karena mudah untuk mendapatkannya, maka dia akan mulai memakainya sendiri sampai tahu-tahu telah menjadi ketagihan dan sulit disembuhkan.

Menjerat kehidupan remaja

Jika memakai Narkoba/Miras telah menjadi kebiasaan, maka kita menjadi ketagihan sehingga sulit menghilangkan keinginan untuk menggunakannya. Sulit menghilangkan, karena zat-zat itu telah meresap ke dalam tubuh dan perasaan, sehingga “menuntut” untuk dipenuhi.

Obat atau minuman keras itu memang menimbulkan efek ketergantungan, namun yang terutama sebenarnya adalah ketergantungan pada kelompok, yaitu adanya rasa “diakui” mempunyai identitas yang sama dengan mereka, yaitu teman-teman sekelompoknya yang “modern dan pemberani”.

Meskipun demikian ketagihan obat memang dapat menimbulkan “demam’ atau “rasa nyeri” yang berlebihan dan baru akan sembuh jika yang bersangkutan menggunakan obat itu. Maka orang yang telah ketagihan, tidak jarang menjadi pencuri, pemalak, atau mendapatkan apa saja untuk dipakai membeli narkoba.

Jangan sampai terpengaruh

Mereka yang tidak terjerumus ke masalah Narkoba/Miras adalah karena “tidak mau” terpengaruh oleh teman bermain atau lingkungannya. Mereka tahu hal itu “barang haram” yang dilarang agama, dan apabila sampai terjerumus maka resikonya akan sangat besar bagi kesehatan dan keselamatan diri mereka sendiri, termasuk bagi kehidupan sosial ekonomi keluarga dan masyarakatnya.

Menghindari kecanduan

Jangan Pernah Berpikir Untuk Mencoba. Pikiran bahwa “..Aku hanya mencoba dan gampang untuk berhenti….” adalah pikiran yang berbahaya dan salah untuk persoalan Narkoba.

Menghindarkan diri  dari pemakaian Narkoba/Miras adalah dengan sikap menolak untuk memakainya, karena sadar penuh terhadap konsekwensi yang diakibatkannya. Sikap menolak yang pertama adalah menjauhkan diri dari mereka yang memakai apabila anda merasa akan sulit untuk bisa menolak tawaran.

Sikap menolak yang lain adalah tidak mau ikut-ikutan menikmati barang itu, meskipun sehari-hari tetap bergaul biasa dengan mereka, hanya saja kita tidak usah sungkan-sungkan untuk menyatakan “tidak” jika ditawari untuk ikut memakainya.

Contoh pernyataan menolak secara biasa saja adalah seperti: “nggak ah, itu berbahaya...”, “nggak ah, kalau nyobain nanti kebablasan...”, “nggak ah, saya tidak biasa pakai kog...”; “nggak ah, itu nggak boleh....”. Sikap menolak secara keras mungkin perlu dilakukan jika seseorang mendesak anda dengan keras. Cukup katakan dengan tegas dan penuh percaya diri: “tidak!!”

Jika kita merasa tidak mampu mengatasi bujukan orang yang menginginkanmu menjadi pemakai maka jangan segan-segan minta bantuan atau nasehat dari orang yang kita percayai.

Kelola diri, jauhi narkoba/miras

Pada prinsipnya para remaja harus melaksanakan kehidupan secara seimbang, yaitu memenuhi berbagai kebutuhan baik fisik, sosial, mental, maupun spiritual. Untuk selalu diingat adalah berbagai kegiatan ini dilakukan oleh kita sehari-hari :
  • aktif memegang teguh norma-norma agama dan sosial kemasyarakatan.
  • aktif melibatkan diri dalam kegiatan keluarga, sosial kemasyarakatan dan keagamaan.
  • aktif melakukan gerak badan dan olah raga secara berkelompok, 2-3 kali seminggu .
  • aktif melakukan kegiatan hobi, rekreasi atau bermain dengan teman.
  • aktif mengembangkan kemampuan diri dengan berbagai ketrampilan.
  • istirahat yang cukup, 7-8 jam sehari.
  • makan yang cukup dengan gizi seimbang dan jam makan yang teratur, usahakan bersama keluarga.
  • hadapi persoalan hidup dengan tanpa terlalu takut, panik atau stress karena pasti akan dapat diselesaikan seiring dengan berjalannya waktu.
  • jangan menyimpan “persoalan tidak enak”, tapi ceritakan kepada orang lain.
  • percaya bahwa hidup telah ada yang mengatur.
  • kita hanya wajib menjalani dengan sebaik-baiknya sehingga tidak perlu “neko-neko”.
  • Jangan mudah menerima sesuatu seperti permen atau cemil-cemilan dari orang yang tidak kita kenal atau orang yang kita kenal namun tidak kita percayai.

Peran aktif dalam memberantas narkoba/miras

Buatlah kelompok kegiatan yang bersifat produktif di lingkungan masing-masing. Bersatulah dalam kelompok tersebut dan saling terbuka untuk membicarakan kesulitan masing-masing terutama jika ada anggota yang mendapat bujukan dari orang yang telah menjadi pemakai.

Ajaklah remaja lain untuk bergabung dalam kegiatan kelompok tersebut. Hubungilah aparat yang berwenang (dapat melalui telpon atau surat tanpa mencantumkan identitas yang jelas jika hal tersebut membahayakan diri dan masyarakat sekitar).

Hal yang perlu dilakukan jika mengetahui ada orang yang kecanduan di sekitar kita

Ingatkah bahwa masalah narkoba dan miras adalah masalah kita bersama. Semua orang dapat mengalaminya. Karena itu janganlah mengucilkan atau menjauhi mereka yang terkena narkoba dan miras. Sebaliknya rangkulah mereka dan bantulah mereka untuk keluar dari permasalahan tersebut.

Dukunglah dan bantulah keluarga korban untuk secara bersama-sama menolong korban. Jika mengalami banyak hambatan dalam membantu korban, rujuklah penanganan korban melalui keluarganya kepada pihak yang memiliki kemampuan untuk itu.

Bahaya Seks Bebas pada Remaja

bahaya seks bebas pada remaja

Salah satu masalah sosial yang sudah mengglobal saat ini adalah masalah seks bebas yang banyak terjadi pada kalangan remaja. Banyak dari mereka yang masuk ke lembah hitam tanpa mereka sadari. Adanya dorongan seksual yang mempunyai arti kecenderungan biologis untuk mencari tanggapan seksual dan tanggapan yang berbau seksual dari orang lain, biasanya dari lawan jenis muncul pada awal remaja dan tetap bertahan kuat sepanjang hidup. Ada perbedaan pendapat tentang apakah dorongan seks dibawa dari lahir atau dipelajari. Menurut beberapa sarjana yang mempertanyakan apakah ada suatu dorongan seks bawaan, menegaskan bahwa impuls kita untuk mencari pasangan seks dan menggunakan organ seks merupakan hasil dari belajar sosial. Akan tetapi, karena bersifat universal dan terdapat pada semua manusia, kebanyakan ahli mengganggap bahwa dorongan seks manusia adalah warisan biologis. (Paul Horton, 1987:147). Namun demikian, banyak dari mereka menyalahgunakan adanya dorongan seksual sehingga terjadi masalah masalah, diantaranya seks bebas.

A. PENGERTIAN SEKS BEBAS
Seks adalah kata yang sangat tidak asing di telinga kita, tetapi anehnya seringkali kita merasa tabu dan agak malu-malu jika menyinggungnya. Nah, kemudian agar kita dapat membicarakan dan mendiskusikannya dengan bebas terbuka, maka para ahli bahasa dan ilmuwan pun membuat seks ini menjadi ilmiah dengan menambahkan akhiran “-tas” dan “-logi” menjadi “seksualitas” dan “seksologi”, sehingga jadilah seksualitas adalah untuk dibahas dan didiskusikan, seksologi adalah untuk ditulis secara ilmiah, dan seks adalah untuk dialami dan ‘dinikmati’.

Di dalam kamus, seks sebenarnya mempunyai dua arti, yaitu seks yang berarti jenis kelamin atau gender, dan seks yang berarti senggama atau melakukan aktivitas seksual, yaitu hubungan penyatuan antara dua individu dalam konteks gender di atas. 

Hampir masyarakat berpendapat bahwa perlu adanya pengaturan penyelenggaraan hubungan seks. Sebab, dorongan seks itu begitu besar pengaruhnya terhadap manusia seperti nyala api yang berkobar. Api itu bisa bermanfaat bagi manusia, akan tetapi dapat menghancurkan peradaban manusiawi. Demikian pula dengan seks, bisa membangun kepribadian seseorang, akan tetapi juga bisa menghancurkan sifat-sifat kemanusiaan. (Kartini Kartono,1981:22) 

Variasi dari pengaturan dari penyelenggaraan seks bisa kita lihat pada tradisi-tradisi seksual pada bangsa-bangsa primitif di bagian-bagian dunia. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan serta komunikasi terjadilah banyak perubahan sosial yang serba cepat pada hampir semua kebudayaan manusia. Perubahan sosial tersebut mempengaruhi kebiasaan hidup manusia, sekaligus juga mempengaruhi pola-pola seks yang konvensional. Maka pelaksanaan seks itu banyak dipengaruhi oleh penyebab dari perubahan sosial, antara lain oleh : urbanisasi, mekanisasi, alat kontrasepsi lamanya pendidikan, demokratisasi fungsi wanita dalam masyarakat, dan modernisasi. Sebagai efek samping yang ditimbulkan ada kalanya terjadi proses keluar dari jalur dari pola-pola seks, yaitu keluar dari jalur-jalur konvensional kebudayaan. Pola seks dibuat menjadi hyper modern dan radikal, sehingga bertentangan dengan system regulasi seks yang konvensional, menjadi seks bebas. Sedangkan pengertian dari seks bebas itu sendiri adalah hubungan seksual yang dilakukan pra nikah (tanpa menikah), Sering berganti pasangan.

B. FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA SEKS BEBAS
Faktor penyebab seks bebas yang dialami remaja dapat dikategorikan menjadi 2 faktor, yaitu faktor internal dan eksternal:
 
1. Faktor Internal
Faktor internal atau lebih lazimnya dari dalam diri seseorang remaja itu. Keinginan untuk dimengerti lebih dari orang lain bisa menjadi penyebab remaja melakukan tindakan penyimpangan, sikap yang terlalu merendahkan diri sendiri atau selalu meninggikan diri sendiri, jikalau terlalu merendahkan diri sendiri orang remaja lebih mencari jalan pintas untuk menyelesaikan sesuatu dia beranggapan jika saya tidak begini saya bisa dianggap orang lain tidak gaul, tidak mengikuti perkembangan zaman. 

2. Faktor Eksternal
Faktor Eksternal / faktor dari luar pribadi seseorang remaja. Faktor paling terbesar memberi terjadinya prilaku menyimpang seseorang remaja yaitu lingkungan dan sahabat. Seseorang sahabat yang sering berkumpul bersama dalam satu geng, otomatis dia akan tertular oleh sikap dan sifat kawannya tersebut. Kasih sayang dan perhatian orang tua tidak sepenuhnya tercurahkan, membuat seorang anak tidak betah berada di dalam rumah tersebut, mereka lebih senang untuk berada di luar bersama kawan-kawannya. Apalagi keluarga yang kurang harmonis dan kurangnya komunikasi dengan orang tua dapat menyebabkan seorang anak melakukan penyimpangan sosial serta seks bebas yang melanggar nilai-nilai dan norma sosial. Apabila ayah dan ibu mereka yang memiliki kesibukan di luar rumah akan membuat anak-anak remaja semakin menjadi-jadi, sehingga mereka merasa tidak diperdulikan lagi.

Selain faktor internal dan eksternal di atas, ada juga faktor lain yang secara umum dapat menyebabkan terjadinya seks bebas. Jelas tidak ada faktor tunggal tetapi jelas bahwa penyebabnya bukan kondom.

Faktor pertama: pergaulan
Kita tahu pergaulan punya pengaruh besar terhadap perilaku kita. Maka jika seseorang mempunyai lingkungan pergaulan dari kalangan teman-teman yang suka melakukan seks bebas, maka dia juga bisa terpengaruh dan akhirnya ikut melakukan seks bebas.

Faktor kedua: pengaruh materi pornografi (film, video, internet dsb)
Jika seseorang berulang kali mengakses materi pornografi, maka ini bisa mendorong terjadinya perilaku seks bebas.

Faktor ketiga: pengaruh obat/narkoba dan alkohol
Seseorang yang bebas dari pengaruh narkoba dan alkohol bisa berfikir jernih dan ini mencegah dia melakukan perilaku berisiko. Dalam keadaan dipengaruhi oleh narkoba dan alkohol, maka pemikiran jernih bisa menurun dan ini bisa mendorong terjadinya perilaku seks bebas.

Faktor keempat: kualitas hubungan suami-isteri (buat yang sudah menikah).
Jika ada masalah dalam hubungan suami-isteri, maka ini bisa mendorong yang bersangkutan melakukan hubungan seks bebas.

Jadi kombinasi dari sejumlah faktor diataslah yang merupakan penyebab seks bebas dan bukan kondom. Jadi untuk mereka yang khawatir bahwa kondom akan mendorong seks bebas, marilah merenungkan kembali hal ini dengan jernih dan bijaksana. Adalah sangat kecil kemungkinannya bahwa hanya gara-gara tahu tentang kondom atau menerima pembagian kondom gratis maka seseorang mendadak lalu jadi berani jajan seks atau melakukan hubungan seks berisiko.

C. DAMPAK SEKS BEBAS 
Ada dua dampak yang ditimbulkan dari perilaku seks di kalangan remaja yaitu kehamilan dan penyakit menular seksual. Seperti kita ketahui bahwa banyak dampak buruk dari seks bebas dan cenderung bersifat negatif seperti halnya, kumpul kebo, seks bebas dapat berakibat fatal bagi kesehatan kita. Tidak kurang dari belasan ribu remaja yang sudah terjerumus dalam seks bebas. Para remaja seks bebas cenderung akibat kurang ekonomi. 

Seks bebas dapat terjadi karena pengaruh dari lingkungan luar dan salah pilihnya seseorang terhadap lingkungan tempatnya bergaul. Saat-saat ini di kota besar sering terjadi razia di tempat-tempat hiburan malam seperti diskotik dan tempat berkumpul para remaja lainnya dan yang paling sering tertangkap adalah anak-anak remaja. Seks bebas sangat berdampak buruk bagi para remaja, dampak dari seks bebas adalah hamil di luar nikah, aborsi, dapat mencorengkan nama baik orang tua, diri sendiri, guru serta nama baik sekolah. Padahal seks bebas bukanlah segalanya, dimana mereka hanya mendapat kenikmatan semata, sedang mereka tidak memikirkan akibat yang harus mereka tanggung seumur hidup. Hal ini jelas sangat berbahaya bagi remaja yang terjerumus di dalam seks bebas. Bayangkan saja jika seluruh remaja ada di Indonesia terjerumus dalam seks bebas, apa jadinya nasib bangsa kita ini jika remaja yang ada tidak memiliki kemampuan berfikir dan fisik yang baik, tentunya pembangunan tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya. 

Berikut beberapa bahaya utama akibat seks pranikah dan seks bebas:
a) Menciptakan kenangan buruk. Apabila seseorang terbukti telah melakukan seks pranikah atau seks bebas maka secara moral pelaku dihantui rasa bersalah yang berlarut-larut. Keluarga besar pelaku pun turut menanggung malu sehingga menjadi beban mental yang berat. 

b) Mengakibatkan kehamilan. Hubungan seks satu kali saja bisa mengakibatkan kehamilan bila dilakukan pada masa subur. kehamilan yang terjadi akibat seks bebas menjadi beban mental yang luar biasa. Kehamilan yang dianggap “Kecelakaan” ini mengakibatkan kesusahan dan malapetaka bagi pelaku bahkan keturunannya. 

c) Menggugurkan Kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi. Aborsi merupakan tindakan medis yang ilegal dan melanggar hukum. Aborsi mengakibatkan kemandulan bahkan Kanker Rahim. Menggugurkan kandungan dengan cara aborsi tidak aman, karena dapat mengakibatkan kematian. 

d) Penyebaran Penyakit. Penyakit kelamin akan menular melalui pasangan dan bahkan keturunannya. Penyebarannya melalui seks bebas dengan bergonta-ganti pasangan. Hubungan seks satu kali saja dapat menularkan penyakit bila dilakukan dengan orang yang tertular salah satu penyakit kelamin. Salah satu virus yang bisa ditularkan melalui hubungan seks adalah virus HIV. 

e) Timbul rasa ketagihan. 

f) kehamilan terjadi jika terjadi pertemuan sel telur pihak wanita dan spermatozoa pihak pria. Dan hal itu biasanya didahului oleh hubungan seks. Kehamilan pada remaja sering disebabkan ketidaktahuan dan tidak sadarnya remaja terhadap proses kehamilan.

Bahaya kehamilan pada remaja:
1. Hancurnya masa depan remaja tersebut.
2. Remaja wanita yang terlanjur hamil akan mengalami kesulitan selama kehamilan karena jiwa dan fisiknya belum siap.
3. Pasangan pengantin remaja, sebagian besar diakhiri oleh perceraian (umumnya karena terpaksa kawin karena nafsu, bukan karena cinta).
4. Pasangan pengantin remaja sering menjadi cemoohan lingkungan sekitarnya.
5. Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungan pada tenaga non medis (dukun, tenaga tradisional) sering mengalami kematian strategis.
6. Pengguguran kandungan oleh tenaga medis dilarang oleh undang-undang, kecuali indikasi medis (misalnya si ibu sakit jantung berat, sehingga kalau ia meneruskan kehamilan dapat timbul kematian). Baik yang meminta, pelakunya maupun yang mengantar dapat dihukum.
7. Bayi yang dilahirkan dari perkawinan remaja, sering mengalami gangguan kejiwaan saat ia dewasa.

D. CARA PENANGGULANGAN SEKS BEBAS
Seperti yang telah kita bahas di atas bahwa sesungguhnya memang kurang kesadaran baik dari remaja itu sendiri maupun orang tua. Hendaklah orang tua memperhatikan anak-anaknya tetapi orang tua jangan terlalu mamanjakan anak mereka, karena bisa mengakibatkan dampak buruk baginya karena dia sudah terbiasa dengan hal-hal yang enak-enak. Tetapi orang tua juga harus memperhatikan anak-anaknya dengan mengarahkan ke hal-hal yang positif dengan cara mendukung bakat yang dimiliki oleh anak tersebut, agar dapat berguna dan berkembang. Tetapi seorang anak juga jangan terlalu egois dalam memaksakan kehendak. 

Bagi para lembaga sosial harus bisa merangkul para remaja untuk masuk dalam suatu organisasi dengan mengikuti berbagai kegiatan, dengan begitu seorang remaja akan terarah pikirannya dengan baik. Mendukung segala bakat-bakat anak remaja agar mereka tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Tidak terlalu memaksakan seorang dalam berbagai tindakan karena akan membuat tempramen seorang anak suka emosional. Didiklah anak-anak dengan cara yang lambat agar mereka tidak selalu membangkan segala suruhan atau perintah para orang tua.

1) Pencegahan Menurut Agama
a. Memisahkan tempat tidur anak.
b. Meminta izin ketika memasuki kamar tidur orang tua.
c. Mengajarkan adab memandang lawan jenis. 
d. Larangan menyebarkan rahasia suami-istri. 

2) Pencegahan Seks Bebas dalam Keluarga
Faktor keluarga sangat menentukan dalam masalah pendidikan seks sehingga prilaku seks bebas dapat dihindari. Waktu pemberian materi pendidikan seks dimulai pada saat anak sadar mulai seks. Bahkan bila seorang bayi mulai dapat diberikan pendidikan seks, agar ia mulai dapat memberikan mana cirri-laki-laki dan mana ciri perempuan. Bisa juga diberikan saat anak mulai bertanya-tanya pada orang tuanya tentang bagaimana bayi lahir. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan pendidikan seks pada usia dini.
a. Keluarga harus mengerti tentang permasalahan seks, sebelum menjelaskan kepada anak-anak mereka.
b. Seorang ayah mengarahkan anak laki-laki, dan seorang ibu mengarahkan anak perempuan dalam menjelaskan masalah seks.
c. Jangan menjelaskan masalah seks kepada anak laki-laki dan perempuan di ruang yang sama.
d. Hindari hal-hal yang berbau porno saat menjelaskan masalah seks, gunakan kata-kata yang sopan.
e. Meyakinkan kepada anak-anak bahnwa teman-teman mereka adalah teman yang baik.
f. Memberikan perhatian kemampuan anak di bidang olahraga dan menyibukkan mereka dengan berbagai aktivitas.
g. Tanamkan etika memelihara diri dari perbuatan-perbuatan maksiat karena itu merupakan sesuata yang paling berharga.
h. Membangun sikap saling percaya antara orang tua dan anak. 

Digunakan upaya pencegahan atau penangkalan perilaku menyimpang dan upaya kuratif yaitu pengobatan dan penyembuhan. Agar perilaku seks bebas pada remaja dapat ditekan seminim mungkin, perlu dilakukan pencegahan yang baik dari lingkup keluarga, pemerintah dan masyarakat. Adanya komunikasi yang efektif di dalam keluarga antara orang tua dan anak mengenai pemahaman nilai-nilai moral dan etika sekaligus memberikan pengertian mangenai pendidikan seks kepada anak-anaknya sesuai dengan tingkat umurnya.